Sunday, April 11, 2010

A Shoulder to cry on

Life is full of lots of up and downs, And the distance feels further When you're headed for the ground, And there is nothing more painful Than to let you're feelings take you down, It's so hard to know The way you feel inside, When there's many thoughts And feelings that you hide, But you might feel better If you let me walk with you by your side, And when you need a shoulder to cry on, When you need a friend to rely on, When the whole world is gone, You won't be alone, cause I'll be there, I'll be your shoulder to cry on, I'll be there, I'll be a friend to rely on, When the whole world is gone, you won't be alone, cause I'll be there. All of the times when everything is wrong And you're feeling like There's no use going on You can't give it up I hope you work it out and carry on Side by side, With you till the end I'll alway be the one to firmly hold your hand no matter what is said or done our love will always continue on Tommy Page

Enjoy Your Reading My dear! ^__^

==ketika manusia diadili==

Diceritakan di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang di adili. Ia dituduh bersalah,menyia- nyiakan umurnya di dunia untuk berbuat maksiat. Tetapi ia berkerasmembantah. "Tidak.Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu." "Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yg kau maksudkan? Di sini tidak ada siapa kecuali aku dan suaramu." "Inilah saksi-saksi itu, " ujar malaikat. Tiba- tiba mata angkat bicara, "Saya yg memandangi." Disusul oleh telinga, "Saya yg mendengarkan. " Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium." Bibir mengaku, "Saya yang merayu." Lidah menambah, "Saya yang mengisap." Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meremas." Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika ketahuan." "Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat. Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dihumbankan ke dalam jahanam. Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu,sekonyong- konyong terdengar suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya: "Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi." "Silakan", kata malaikat. "Terus terang saja, menjelang ajalnya,pada suatu tengah malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertaubat, walaupun selembar bulu matanya saja yg terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya,berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan taubat sampai membasahi saya dengan air mata penyesalan." Dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan di hantarkan ke syurga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni syurga: "Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk syurga kerana pertolongan selembar bulu mata." Firman Allah swt, "Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada didalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, yang ingat-mengingati supaya mentaati kebenaran, dan yang ingat-mengingati dengan kesabaran." Surah Al-Asr Dari Abdullah bin 'Amr R.A, Rasulullah S.A.W bersabda:
Enjoy Your Reading My dear! ^__^

Wudhu' zahir dan batin

Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat warak dan khusyuk solatnya. Namun, dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk.. Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, "Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?" Hatim berkata, "Apabila masuk waktu solat, aku berwudhuk zahir dan batin." Isam bertanya, "Bagaimana wudhuk zahir dan batin itu? " Hatim berkata, "Wudhuk zahir sebagaimana biasa iaitu membasuh semua anggota wudhuk dengan air". Sementara wudhuk batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :- * Bertaubat * Menyesali dosa yang telah dilakukan * Tidak tergila-gilakan dunia * Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya') * Tinggalkan sifat berbangga * Tinggalkan sifat khianat dan menipu * Meninggalkan sifat dengki." Seterusnya Hatim berkata, "Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan: 1.aku sedang berhadapan dengan Allah, 2.Syurga di sebelah kananku, 3.Neraka di sebelah kiriku, 4.Malaikat Maut berada di belakangku, dan 5.aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian 'Siratal mustaqim' dan menganggap bahawa solatku kali ini adalah solat terakhir bagiku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik." "Setiap bacaan dan doa didalam solat, aku faham ! maknanya kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawadhuk, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun." Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.
Enjoy Your Reading My dear! ^__^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...