Thursday, December 30, 2010

Menjawab Ucapan Salam orang Non Muslim


Bila ada seorang kafir yang mengucapkan salam kepada kita (orang muslim), misal dengan 'Assalamu'alaikum' atau 'Assalamu'alaikum wa rahmatullah' atau 'Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh' dengan ucapan yang fasih, benar dan tidak bermaksud mengolok-olok, maka harus kita jawab juga dengan ucapan yang lebih baik atau setidaknya yang sama.yaitu

'Wa'alaikum SALAM' atau 'Wa'alaikum salam wa rahmatullah' atau 'Wa'alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh'..

Ada penjelasan yang bermanfaat dari Ustadz Abdul Hakim dalam 
masalah ini yaitu di Al Masaa il jilid 7 Masalah ke 178 "Kewajipan 
menjawab Salam".Beliau membawakan ayat berikut :

"Dan apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa).Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu." (QS. An 
Nisaa' : 86).

Kemudian berkata beliau "Dan dari ayat yang mulia ini pun dapat dikeluarkan hukum: Bahwa menjawab
salam orang orang kafir yang mengucapkan salam kepada kita dengan salam islami dengan FASIH dan 
dengan maksud MENGHORMATI dan memuliakan kita, bukan untuk MENGEJEK atau mengolok-olok 
kita, maka hukumnya wajib bagi kita menjawab salam mereka sebagaimana perintah Allah di atas yang 
bersifat UMUM dan MUTLAK." (Abdul Hakim bin Amir Abdat, Al Masaa il Jilid 7, Darus Sunnah,
Jakarta, Cet. I, Oktober 2006, hal. 39).

Kemudian al Ustadz membawakan beberapa hadith lengkap dalam masalah ini sehingga boleh  dilihat 
sebabnya. Salah satunya adalah ini:

Berkata Hisyam bin Zaid bin Anas bin Malik: Saya pernah mendengar Anas bin Malik berkata: Seorang 
Yahudi pernah lewat dihadapan Rasulullah s.a.w lalu dia mengucapkan (salam dengan ucapan): ASSAAMU' ALAIKA. Maka Rasulullah s.a.w menjawabnya: "WA'ALAIKA. Kemudian Rasulullah s.a.w bersabda
(kepada para Sahabat): "Tahukah kamu apa yang dia ucapkan? Dia mengucapkan (salam kepadaku dengan ucapan): AS SAAMU'ALAIKA."Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, bolehkan kami membunuhnya?
Beliau menjawb: "Jangan! (Tetapi) apabila Ahlul Kitab memberi salam kepada kamu maka jawablah: "WA'ALAIKUM (saja)."
(HR. Bukhari no. 6926).

Perlu diketahui bahwa ucapan Yahudi tersebut adalah AS SAAMU yang artinya KEMATIAN. Jadi AS SAAMU' ALAIKA artinya KEMATIAN atas kamu. Jadi Yahudi tersebut tidak mengucapkan dengan benar 
ucapan salam yang kaum muslimin ucapkan.

Kemudian Ustadz Abdul Hakim melanjutkan, "Dari beberapa riwayat shahih di atas dapatlah kita mengetahui 
dengan jelas sekali SEBAB SEBAB Nabi yang mulia s.a.w telah memerintahkan para sahabat untuk 
menjawab salamnya orang orang Yahudi dengan ucapan: WA 'ALAIKUM atau WA'ALAIKA saja tanpa 
tambahan SALAM dan seterusnya. iaitu yang menjadi penyebabnya: Apabila mereka memberi salam
kepada Nabi s.a.w dan para sahabat mereka mengucapkan AS SAAMU 'ALAIKA atau AS SAAMU 'ALAIKUM. Sedangkan erti dari ASSAAMU adalah MATI atau Kematian. Oleh karena itu Nabi yang mulia
s.a.w bersama para sahabat mencukupi menjawab salam mereka dengan ucapan yang SAMA dengan apa 
yang telah mereka ucapkan iaitu : WA'ALAIKA atau WA'ALAIKUM saja. Yakni ATASMU atau ATAS 
KAMU JUGA KEMATIAN."
(Idem hal 45).

Kemudian Ustadz Abdul Hakim melanjutkan lagi,"Ini. Kemudian setelah kita mengetahui sababul wuruudil 
hadits dapatlah kita mengeluarkan hukumnya -kerena hukum itu beredar bersama 'illat atau
sebabnya, maka apabila telah hilang 'illatnya dengan sendirinya hukum tersebut kembali kepada asalnya- iaitu: Kewajiban menjawab salam manusia hatta dia orang kafir atau musyrik, apabila mereka mengucapkan salam kepada kita dengan SALAM ISLAMI YANG FASIH dan dengan maksud menghormati kita dan
bukan dengan lafaz AS SAAMU seperti yang pernah diucapkan orang orang Yahudi kepada Nabi s.a.w dan para sahabat. Karena 'illat atau sebab yang menyebabkan Nabi s.a.w memerintahkan para shahabat untuk 
menjawab salamnya orang orang Yahudi dengan jawaban WA'ALAIKUM atau WA'ALAIKA saja telah 
HILANG atau tidak ada. Yakni ketika mereka memberi salam kepada kita dengan salam islami yang fasih
iaitu AS SALAAMU 'ALAIKUM, atau ASSALAMU 'ALAIKUM WA RAHMATULLAH, atau
ASSALAMU'ALAIKUM WA RAHMATULLAH WA BARAKATUH, maka kewajiban kita menjawab
salamnya dengan jawaban yang sama atau yang lebih baik sebagaimana perintah Allah Jalla Dzikruhu. Kerana tidak ada alasan bagi kita untuk TETAP menjawab salamnya dengan ucapan WA'ALAIKUM atau WA'ALAIKA saja setelah 'illat yang ada dihadits tersebut hilang atau tidak ada." (Idem hal. 45-46).




sumber: 















Enjoy Your Reading My dear! ^__^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...